Menu

Mode Gelap

Business & Economics · 10 Apr 2022 16:29 WIB ·

MENJADI PENGUSAHA SEKALIGUS REFORMIS SOSIAL


 MENJADI PENGUSAHA SEKALIGUS REFORMIS SOSIAL Perbesar

Oleh : Suroto

Apakah anda seorang sales atau reseler produk/jasa independen?.  Apakah anda penjual karpet, lampu neon, barang barang homemade, atau penyedia jasa profesional semacam tukang cukur, seorang dokter, akuntan atau pengacara?. Apakah anda sedang setengah mati untuk pasarkan produk/jasa di tengah dunia yang kapitalistik nan kompetitif saat ini?.

Tenang, mungkin inilah saat yang tepat untuk memulai lakukan sebuah terobosan hebat untuk raih sukses bisnis namun sekaligus lakukan perubahan sosial secara nyata. Ciptakan dunia ideal penuh keadilan seperti yang menjadi cita ciya para aktifis sosial dan  politik selama ini.

Terasa aneh dan membingungkan kan…? Ya. Pasti akan terasa aneh karena kita selama ini memang sudah terlalu terbiasa dengan cara  linier dalam jalani hidup dan terjebak dalam perspektif kapitalistik kuno yang membelah dunia pekerjaan secara demargatif tegas antara aktifitas bisnis atau sosial, antara hal hal yang bersifat vokasional atau profesional, antara kiri atau kanan.

Seakan seorang pengusaha atau profesional itu kerjanya murni kejar keuntungan dan gaji, sementara aktifis sosial itu murni lakukan aktifitas pure sosial. Dibuat dalam batas garis demargasi yang kaku dan seakan keduanya bersifat bertentangan.

Resep spesialisasi pada pekerjaan, gagasan David Ricardo ( 1772 – 1823) itu sebetulnya tidak lepas dari pengaruh pemikiran kapitalistik. Pandangan kunonya tentang spesialisasi profesi itu sebetulnya adalah bagian dari doktrin kapitalisme agar seseorang itu capai efisiensi kerja maksimum. Agar pemilik perusahaan mendapatkan seorang spesialis yang pada akhirnya hasilkan keuntungan secara maksimal.

Padahal kenyataanya manusia itu sifatnya multidimensional. Manusia itu secara naluriah ingin pertahankan hidupnya dengan bekerja. Namun secara inheren sesungguhnya mereka itu ingin capai suatu kondisi sosial yang adil agar memungkinkan terjadinya hidup bersama ( bonum commune).

 

BAGAIMANA CARANYA?

Jika anda adalah seorang sales produk dan pasarkan produk secara offline ataupun online,  maka mulailah perlakukan pelanggan itu sebagai subyek dan bukan hanya obyek dari penjualan.

Jika selama ini  para pelanggan adalah orang yang semata anda jadikan obyek  pengerukan keuntungan, segera lakukam  perombakan. Rombak cara pandang kuno bisnis sebagai usaha mengejar profit semata menjadi usaha ciptakan benefit bagi semua.

Lalu mulailah dengan hal hal sederhana. Seperti misalnya,  ketika jual produk atau jasa maka tawarkan kepada para pelanggan  selain kualitas produk yang terbaik juga bagian dari keuntungan usaha anda.

Maksudnya begini, jika harga jual produk yang dijual itu marjin keuntungan bersihnya adalah 15 persen, maka kembalikan keuntungan kepada pelanggan misalnya 50 persen dari keuntungan bersihnya tersebut. Ingat ya, bukan diskon, adalah keuntungan bersih dari usaha.

Caranya catat dan rekam data pembelian pelanggan perorangan selama periode tertentu. Sebut saja satu tahun misalnya. Lalu pada akhir tahun nanti, coba ajak mereka untuk datang dalam rapat besar pelanggan dan sekaligus berikan alokasi separo  keuntungan untuk mereka dan bagi secara proporsional untuk mereka.  Siapa belanja lebih banyak dapat untung lebih banyak. Buy More, Get More!.

Maka apa yang akan terjadi?. otomatis bisnis anda menjadi punya nilai unggul dibandingkan dengan pengusaha lainya yang hanya berfikir mengejar keuntungan sebesar besarnya untuk diri mereka sendiri. Apalagi jika berikan pelayanan lebih hebat dari sales person lainya, maka produk anda  akan disukai pelangan dengan sendirinya.

Jangan hanya berhenti disitu. Sampaikanlah jika usaha anda itu juga dapat mereka miliki sahamnya. Berapa jumlahnya tergantung dari kemauan anda. Semakin besar porsi saham perusahaan yang anda berikan tentu akan membuat mereka semakin senang, loyal dan solid.

Lalu yang terpenting lagi adalah libatkan seluruh pelanggan untuk turut mengambil keputusan keputusan penting perusahaan dalam suasana musyawarah mufakat bersama.  Seperti misalnya ikut susun perencanaan dan kebijakan perusahaan, angkat direksi, keputusan perluasan usaha dan lain lain.

Nah, ketika pelanggan sudah cukup banyak dan penjualan sudah semakin solid maka posisi keuangan perusahaan akan semakin baik. Untuk itu saatnya juga berbagi kepemilikan perusahaan kepada orang orang yang bekerja. Mungkin admin, bagian operaisonal, sampai dengan office boy atau sekuriti perusahaan, semua yang bekerja di perusahaan.

Kepemilikan saham perusahaan oleh pekerja dengan sendirinya akan tingkatkan  moral kerja, jadikan pekerja semakin loyal. Ini akan berpengaruh terhadap kualitas layanan perusahaan.

Setelah itu, datangilah produsen atau suplayer dari produk anda. Jika jumlah pembelian sudah sangat besar pasti akan diperhatikan oleh mereka secara serius dan bahkan mungkin akan diberikan banyak tambahan bonus atau bentuk keuntungan lainya.

Posisi tawar anda di mata suplayer pasti akan semakin tinggi setelah kinerja perusahaan terlihat terus mengalami perkembangan positif. Pada saat yang tepat, minta bagian saham perusahaan mereka untuk perusahaan anda.

Jika mereka  menolak permintaan, maka saatnya lah  tunjukkan bahwa anda bisa lakukan hal yang besar seperti yang mereka lakukan. Dirikan pabrik untuk produk yang sama  yang diinvestasikan dari dana cadangan perusahaan dan ditambah mungkin dari investasi dari para pelanggan dan pekerja.

Hal tersebut otomatis akan langsung membuat bergetar pemilik perusahaan kapitalis yang selama ini jadi prinsipal produk anda. Mereka otomatis akan segera temui kematiannya jika tak mau berbagi kepemilikan dan juga keuntungan kepada perusahaan anda.

Mereka yang selama ini mungkin hanya berfikir bisnis untuk semata kejar keuntungan sebesar besarnya dan akumulasi serta konsentrasikan kekayaan mereka untuk tujuh turunan, maka mereka akan segera ikut lakukan perubahan atau transformasi sosial seperti yang anda lakukan atau lenyap ditelan jaman.

Jika sudah sukses lakukan untuk satu produk, langkah selanjutnya adalah kembangkan ke semua produk yang ada di masyarakat saat ini. Utamakan produk produk pangan yang masih diimport dan coba terus fokus untuk lakukan inovasi produk substitusinya jika memang benar benar tak bisa kita kembangkan sendiri.

Setelah itu, bentuk sebuah jaringan holding besar perusahaan. Baik secara multipihak dari produsen, pekerja hingga konsumen. Kembangkan ke seluruh sektor bisnis dari  hulu hingga hilir, baik dari sektor on farm atau budidaya, off farm atau usaha pendukung langsung seperti pemrosesan, pemasaran , hingga non farm atau pendukung lainya seperti usaha logistik, keuangan, asuransi dan lain lain. Bahkan barang publik seperti layanan perlistrikan,  perminyakan dan lain lain.

Setelah semua bisnis berjalan jangan lupa alokasikan terus menerus tabungan untuk bangun layanan publik seperti rumah sakit, sekolah, perpustakaan, taman bermain, gelanggang olahraga, tempat peribadatan dan lain lain.

 

DIMANA REFORMASI SOSIALNYA?

Dari cara yang anda lakukan tersebut mungkin terlihat sangat sederhana dan seakan hanya bicara soal urusan ekonomi semata. Padahal tidak demikian, sebetulnya selain telah sukses lakukan bisnis untuk penuhi kebutuhan hidup anda, juga telah sukses menusuk jantung kapitalisme secara langsung. Tepat di dadanya.

Korporasi kapitalis yang selama ini hanya pedulikan akumulasi keuntungan dan kekayaan serta kekuasaan politik untuk kepentingan bagi dirinya atau keluarganya itu adalah jantung dari awal mula terjadinya penindasan serta pemerasan.

Mereka para pemilik korporat kapitalis dehumanis itu adalah jantung dari eksploitasi terhadap buruh lemah, sikap semena mena para pedagang, petani, peternak, perajin lemah, dan termasuk di dalamnya masyarakat adat dan orang orang miskin kota.

Dengan sukses bangun  jaringan bisnis konglomerasi  rakyat itu anda  juga akan kikis habis bentuk kongkalikong  elit kaya pemilik korporat kapitalis dengan elit politik. Lenyapkan korupsi, dan juga hancurkan peraturan dan kebijakan yang rugikan rakyat banyak selama ini.

Dengan sukses ciptakan perusahaan konglomerasi milik rakyat di semua sektor  itu sekaligus telah ciptakan banyak pekerjaan yang demokratis dan penuh kesetaraan di kantor kantor dan pabrik pabrik.  Anda juga telah kikis habis berbagai masalah dasar kemelaratan dan tingkatkan kesejahteraan.

Konglonerasi sosial milik rakyat yang anda ciptakan itu juga sekaligus telah ciptakan pemerataan pendapatan dan kekayaan. Hapus seluruh bentuk kesenjangan sosial ekonomi kita yang sangat tinggi dan sudah sangat keterlaluan bahkan jika dibandingkan dengan rata rata dunia.

Dengan anda telah sukses ciptakan bisnis besar milik rakyat itu anda telah melenyapkan sistem kapitalisme langsung sampai ke akar akarnya. Mereka benar benar mati dan terkubur selamanya dan jadi artefak kuno yang akan dikenang sebagai keburukan sejaeah oleh anak cucu kita kelak.

 

Poerwokertoche, 10 April 2022

SUROTO

Rakyat Jelata

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aria Bima : Pemerintah Harus Tegas Jika Tidak Ingin Jatuh Pada Jebakan Pangan (Food Trap)

12 April 2022 - 00:50 WIB

LUHUT BINSAR PANJAITAN, ISTANA, MADU & RACUN

11 April 2022 - 15:38 WIB

A-POLITIK

11 April 2022 - 06:10 WIB

POLITIK MOBILISASI

10 April 2022 - 16:00 WIB

Novita : Palang Pintu Kereta Api Harus Dipastikan Terjamin Keamanannya Saat Mudik

9 April 2022 - 18:21 WIB

Jati Plus Perhutani (JPP) Tumbuh Lebih Cepat Pakai Formula ini.

9 April 2022 - 15:43 WIB

Trending di Business & Economics