Menu

Mode Gelap

Editor's Pick · 9 Apr 2022 18:38 WIB ·

Inilah Alasan Bambang Pacul Minta Tiga Menteri Ini Tidak Buru Buru Diganti


 Inilah Alasan Bambang Pacul Minta Tiga Menteri Ini Tidak Buru Buru Diganti Perbesar

MARHAEN.co – Jakarta :  Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDIP Bambang Wuryanto meminta menteri yang menangani urusan teknis jangan cepat diganti. Hal itu merespons isu reshuffle yang muncul usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi teguran kepada menteri Kabinet Indonesia Maju.

Bambang Wuryanto menyebut tiga kementerian teknis yang dimaksud yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Perhubungan (Menhub) serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Itu kementerian teknis Anda enggak bisa mengganti cepat orang,” kata Bambang kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta dikutip Jumat (8/4/2022).

Ketua Komisi III DPR ini mengatakan orang-orang yang duduk di kementerian teknis itu harus belajar terlebih dulu untuk menguasai bidang yang ditanganinya. Dia menegaskan tidak mudah untuk menangani urusan teknis seperti itu.

“Karena orang yang duduk di situ harus belajar dulu, orang jadi menteri kan harus belajar dulu. Berapa lama ini? Lagi belajar tiba-tiba selesai nih (direshuffle),” katanya

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini mengaku pernah bertanya langsung pada Presiden Jokowi mengenai berapa lama dia belajar menjadi wali kota, menjadi gubernur, dan menjadi presiden.

Saya pernah kok tanya sama Presiden. Pak Presiden dulu belajar jadi presiden berapa waktu? Saya butuh waktu 2 tahun tapi, waktu jadi wali kota saya butuh waktu 1 tahun, jadi gubernur butuh waktu 1,5 tahun,” ucap Bambang menirukan jawaban Jokowi.

Menurutnya, adaptasi untuk mengisi menteri dan kepala daerah serta kepala negara berbeda karena urusan yang ditangani berbeda. Dia menegaskan seseorang tidak bisa belajar sebagai presiden saat berada di luar jangkauan presiden, oleh sebab itu harus mendampingi presiden untuk bisa belajar.

Sama halnya dengan menteri yang harus belajar saat menjabat dan mendampingi presiden. “Ketika Pak Presiden dua tahun karena permasalahannya beda-beda, orang enggak bisa belajar jadi presiden di luar, enggak bisa. Dia harus dampingi presiden, dia akan belajar menjadi presiden dengan benar sama dengan menteri. Harapannya itu,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aria Bima : Pemerintah Harus Tegas Jika Tidak Ingin Jatuh Pada Jebakan Pangan (Food Trap)

12 April 2022 - 00:50 WIB

Djarot : Akomodir Pokok Pokok Haluan Negara Cukup dengan UU Bukan Amandemen UUD

12 April 2022 - 00:21 WIB

LUHUT BINSAR PANJAITAN, ISTANA, MADU & RACUN

11 April 2022 - 15:38 WIB

A-POLITIK

11 April 2022 - 06:10 WIB

POLITIK MOBILISASI

10 April 2022 - 16:00 WIB

Bambang Pacul : Mas Gibran Mau Dibawa ke Jakarta, atau Mau Dibawa Kemana, Itu Urusan Ibu

9 April 2022 - 18:53 WIB

Trending di Law & Politics